SESMEN KEMENDUKBANGGA/BKKBN : MAKSIMALKAN PROGRAM QUICK WINS UNTUK PEROLEH BONUS DEMOGRAFI
GARUT, SEPUTARSENI. COM – Dalam rangka silaturahmi dan monitoring kelancaran program Quick Wins Kemendukbangga di daerah, Sekretaris Menteri Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Prof. Budi Setiyono, Ph.D mengadakan kunjungan dan dialog dengan Masyarakat serta jajaran PKB/PLKB di Kampung KB “Haurgeulis” Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Jum’at, (16/05/2025).
Dalam kunjungan nya yang di dampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi A. Roswandi dan Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Garut Yayan Waryana, Prof Budi Setiyono mengungkapkan bahwa dalam kunjungan nya ini ia berharap dapat mengetahui sejauh mana para petugas dilapangan bekerja serta dapat menampung masukan-masukan untuk mengambil dan mempertajam kebijakan-kebijakan Kemendukbangga.
“Kunjungan kali ini sangat penting, selain dapat silaturahmi dengan para petugas di daerah, kami juga dapat berdialog untuk menampung masukan masukan demi mempertajam kebijakan kebijakan di Kemendukbangga” Ujar Budi Setiyono.
Dalam kesempatan itu juga Kemendukbangga melalui Prof. Budi Setiyono akan mengecek dan memastikan program Quick Wins dapat sejalan dengan Kapitalisasi bonus demografi agar berjalan dengan baik.
“Untuk memastikan program Quick wins ini berjalan dengan baik, kami Kemendukbangga sudah menyiapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) BOKB” Ujar mantan Wakil Rektor Universitas Diponegoro ini.
Quick Wins
Kemendukbangga / BKKBN menyiapkan lima Quick Wins untuk mengantisipasi perkembangan pertambahan penduduk ini yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Gerakan Orang Tua Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps “Keluarga Indonesia”.
Program genting mengajak berbagai pihak untuk menjadi orang tua asuh keluarga yang memiliki resiko stunting. Orang tua asuh ini akan membantu mengentaskan keluarga agar anak-anak nya tidak mengalami stunting.
Kemudian tamasya, dengan menyiapkan Day Care atau penitipan anak. Penitipan anak ini menjadi penting, karena saat ini kebanyakan kedua orang tua bekerja. Namun demikian, keberadaan Day Care ini juga harus memenuhi persyaratan, pengasuh pengajarnya harus memiliki kompetensi, penyediaan makan yang sehat untuk anak-anak yang di asuh, penyediaan tempat tidur dan sebagainya.
Sedangkan Gerakan Ayah teladan adalah untuk menghindari anak-anak mengalami Father less.
“Merasa tidak punya sosok ayah, sehingga anak-anak menjadi lemah, maka di sini perlu kehadiran sosok ayah untuk menguatkan nya. ” Pungkas nya. (AO/YC)
