ANGKAT NAMA RADEN AYU LASMININGRAT, BATALASMI ORGANIZER GELAR LOMBA NYANYI SOLO ANTAR GURU SE-KABUPATEN GARUT
GARUT, SEPUTARSENI.COM – Dalam rangka hari pendidikan nasional dan hari kebangkitan nasional, Batalasmi Organizer gelar kegiatan lomba menyanyi solo antar guru dan tenaga kependidikan yang ada di Kabupaten Garut, yang bertempat di Lasminingrat Domba House Jl. Pataruman No. 1B, Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Jum’at, (30/05/2025).
Tampak hadir para tamu undangan diantaranya Hj. Oky Lasminingrat, Risqiadi, SE, M. SE dari Hasna Medika, Asep Walaro dari Komite Musik Dewan Kesenian Garut dan para tamu undangan lainnya.
Ketua Pelaksana H. Emon Sutiadi menjelaskan bahwa kegiatan yang diberi nama “Teacher Singing Contest Rd Ayu Lasminingrat 1 Tahun 2025” ini selain dimaksudkan memfasilitasi para guru atau tenaga pendidikan dalam mengembangkan potensi dan bakatnya di bidang menyanyi, juga agar para peserta dapat lebih mengenal pada sosok pelopor pendidikan asal kabupaten Garut yaitu Rd. Ayu Lasminingrat yang hidup pada masa tahun 1854 – 1948.
“Kami berharap ini jadi ajang fasilitas bagi para guru dalam mengembangkan potensi atau bakat terpendam nya, insya Alloh ini Akan jadi agenda tahunan yang melahirkan penyanyi-penyanyi profesional yang berprestasi” Ujar mantan Vokalis Band Batalion ini.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari Guru SD, SMP, SMA/Sederajat dari berbagai kecamatan tampak antusias penuh semangat memeriahkan Teacher Singing Contest ini.
Hj. Oky Lasminingrat sebagai keturunan langsung dari Raden Ayu Lasminingrat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa jauh sebelum nama Rd. Ajeng Kartini dan Dewi Sartika di teriakan di ruang-ruang sekolah telah berdiri seorang perempuan pelopor bernama Raden Ayu Lasminingrat yang lahir pada 29 Maret 1854 tepatnya di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Raden Ayu Lasminingrat bukan sekedar ningrat, beliau intelektual sejati perempuan pertama dari priyangan yang menguasai bahasa Belanda dengan Fasih, beliau menerjemahkan karya-karya sastra dari Eropa kedalam bahasa Sunda agar bisa dibaca oleh rakyat jelata, Raden Ayu Lasminingrat juga tidak hanya sekedar menterjemahkan karya sastra, tetapi juga mentransformasikan nilai-nilai pencerahan kepada perempuan Sunda.
“Ajang ini selain sebagai ajang silaturahmi dengan para tenaga pendidik, juga sosialisasi tentang Raden Ayu Lasminingrat kepada kepada para pendidik dan guru ini tentang Raden Ayu Lasminingrat, agar bisa disampaikan kepada para pelajar atau siswa/siswi di sekolah” Ujar Hj. Oky Lasminingrat. (Red/YC)
