Jelang “Pasanggiri Rampak & Anggana Sekar” antar SD-SMP-SMA sederajat se-Kab.Garut, MENGHIDUPKAN SENI TRADISI SUNDA YANG MULAI MEMUDAR DI KALANGAN MILENIAL
GARUT, SEPUTARSENI.COM – Entah telah berapa lama kegiatan Pasanggiri Rampak Sekar dan Anggana Sekar dengan peserta anak-anak sekolah tidak pernah lagi diselenggarakan di Kabupaten Garut, atau bahkan di Jawa Barat sekalipun, sehingga tak heran jika anak-anak malah lebih hafal lagu-lagu Pop, Dangdut atau bahkan lebih hafal lagu Korea dan Lagu Barat ketimbang Kawih atau Lagu Sunda.
Berimbas pada hal lain akibat tidak pernah lagi atau jarangnya dilatih, diperdengarkan dan dilombakan lagu-lagu atau kawih Sunda ini berimbas pula pada menurunnya rasa nasionalisme dikalangan generasi muda.
Dulu atau setidaknya pada masa awal kemerdekaan di Tatar Sunda sering terdengar lagu-lagu yang membakar semangat perjuangan 1945 (17 Agustus ’45 karya Mang Koko & Karna Yudibrata) sehingga tumbuh-suburnya rasa nasional dikalangan anak-anak dan generasi muda saat itu hingga terbawa pada usia dewasa hingga masa tua saat ini.
Begitupun juga dengan kawih “Kembang Tanjung Paningeungan” karya Mang Koko yang mengisahkan masa “Pagar Betis” penangkapan gerombolan DI/TII sangat kental akan heroisme mempertahankan keutuhan NKRI dari pasukan / kelompok separatis.
Dengan demikian jangan dilihat dari lagu jadulnya tetapi tengoklah keberadaan syair atau rumpaka dalam istilah Basa Sunda, yang senantiasa actual sampai kapanpun sepanjang NKRI masih berdiri dan ingin tetap bersatu.
Nampaknya semangat dan pemikiran inilah yang mendorong Para Seniman dan Pelaku Seni yang terhimpun dalam komunitas Pusat Olah Seni Sunda Pasundan (POSS Pas) dan secara kebetulan juga mereka Pengurus dan Anggota Dewan Kesenian Garut (DKG) dimana sebagiannya juga adalah para Alumni ISBI Bandung (dahulu ASTI / STSI) bergerak untuk mengadakan kegiatan “Pasanggiri Rampak dan Anggana Sekar” antar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Garut yang rencananya akan diselenggakan pada Sabtu-Minggu, 20-21 September 2025 di Bale Paminton “Inten Dewata”.
Terkait rencana kegiatan tersebut, pada Selasa (26/8/25) yang lalu telah dilaksanakan Pertemuan Teknis (Technical Meeting) membahas rencana pelaksanaan kegiatan Pasanggiri tersebut yang dihadiri oleh sebagian Perwakilan Peserta yang sudah melakukan pendaftaran, sekalipun Pendaftaran untuk bisa mengikuti ajang Pasanggiri Rampak Sekar dan Anggana Sekar ini masih dibuka hingga tanggal 10 September 2025.
Menurut Irno Sukarno sebagai Ketua Panitia kegiatan ini, yang juga merupakan Dewan Penasehat dari DKG, keinginannya Pasanggiri ini bisa memperebutkan Piala Bergilir Bupati Garut, Kepala Disparbud Garut dan Kepala Dinas Pendidikan, namun hingga saat ini masih belum mendapatkan respon dari Para Pejabat di instansi-instansi tersebut. Semoga saja jelang pelaksanaannya sudah akan mendapatkan titik terang. (Red)
