RAPAT KONSOLIDASI CALON PENGURUS DKG 2026-2030 USUNG TEMA REVITALISASI DKG SEBAGAI LEMBAGA ASPIRASI UNTUK PEMAJUAN SENI MENUJU SENIMAN HEBAT
Garut, seputarseni.com – Dewan Kesenian Garut menggelar rapat konsolidasi calon pengurus Dewan Kesenian Garut Periode 2026-2030 di Bale Paminton, Kamis (05/01/2025).
Drs. Agus Obar Santana, ketua Dewan Kesenian Garut (DKG) terpilih mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas selain pemaparan tugas pokok dan fungsi masing-masing pengurus, juga Program kerja DKG ke depan baik, jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
“Hari ini kita bahas terkait Tupoksi pengurus DKG dulu, karena di kepengurusan baru ini ada juga teman-teman pengurus yang baru bergabung di struktur kepengurusan periode 2026-2030 dan tentunya Harapan kedepan DKG menjadi mitra yang strategis pemerintah daerah dalam hal seni dan budaya, semua program event yang kemudian planning rencana kedepan mengenai pembinaan dan kemajuan insan seni bisa singkron antara Dewan Kesenian Garut sebagai organisasi dengan pemerintah kabupaten Garut demi terwujudnya Seniman Hebat, Garut Hebat” Ujar Agus.

Sementara itu Ugung Rustiadi salah satu calon pengurus mengungkapkan, menurutnya rapat konsolidasi hari ini sangat memiliki nilai penting kaitan dengan pengembangan seni di Kabupaten Garut nilai penting yang bisa dipetik. Saya kira berada pada tiga hal yang pertama adalah nilai persatuan dan kesatuan diantara pelaku seni yang ada di Kabupaten Garut, selain juga nilai persatuan yang harus terbentuk memiliki nilai pengembangan seni itu sendiri, bahwa seni tanpa diatur tanpa dididik dilatih dan dikembangkan sulit untuk berkembang, terlebih di zaman teknologi informasi ini di mana seni tradisi seakan-akan hilang terkooperasi oleh seni modern, oleh karena itu perlu adanya revitalisasi seni di Kabupaten Garut, terus yang ketiga yang terakhir selain dari pengembangan seni adalah nilai kelestarian yang harus terus terbina, terus sustenibel sehingga seni tradisional atau seni-seni yang tumbuh di Kabupaten Garut itu betul-betul lestari dari generasi ke generasi. Saya kira dari tiga nilai ini penting buat dibahas dan dibuat konsepnya yang terbaik oleh para pengurus DKG untuk periode 2026-2030,” ungkapnya.
Drs. Agus Obar Santana pun selaku Ketua DKG yang baru memiliki keyakinan dan optimis yang tinggi dengan para pengurus baru.
“Saya kira kalau melihat para calon pengurus, mereka bukan saja seorang organisatoris tetapi juga pelaku seni dan experience di bidangnya masing-masing, mereka hadir dari berbagai praktisi seni yang sangat hitorogen dan itu baik tatkala diakomodir di rumah besar DKG ini, dan seni-seni yang ada itu akan saling mengisi satu sama lain akan saling melengkapi satu sama lain sehingga menjadi dimensi seni yang indah yang maju dan harapannya digemari oleh seluruh masyarakat Garut atau masyarakat Indonesia pada khususnya, kalau kita mengenal k-pop dari budaya Korea Selatan kita pun harus mampu merepresiasi budaya seni menjadi budaya yang digandrungi oleh seluruh masyarakat dunia karena seni adalah satu dimensi kehidupan yang menembus batas-batas agama ras, golongan ataupun bahkan negara, oleh karena itu berbicara seni berbicara universal dan kami optimis yang melihat para pengurus pada saat ini betul-betul orang yang cinta terhadap seni.” Pungkas Agus. (Red)
